Sabtu, 19 Mei 2012

Daya Tarik Multimedia Pembelajaran Buatan Guru yang Tampil di Acara "Kick Andy"

Akhir pekan lalu, tepatnya pada hari Jumat, 11 Mei 2012 pukul 21:30 dan hari Minggu, 13 Mei 2012 pukul 15:30 WIB acara "Kick Andy" di stasiun televisi MetroTV menampilkan empat orang guru yang telah berhasil menciptakan multimedia pembelajaran yang sangat menarik. Keempat orang guru yang tampil adalah Joko Triyono (guru SMA dari Kebumen), Heru Suseno (guru SMA dari Madiun), Nura Uma Annisa (guru TK dari Semarang), dan Estu Pitarto (guru SD dari Semarang).

Multimedia pembelajaran yang menarik sangat berperan dalam mendorong minat, konsentrasi, dan pemahaman siswa dalam belajar. Pertanyaannya, mengapa multimedia pembelajaran yang dibuat para guru di atas termasuk kategori multimedia pembelajaran yang menarik? Pada tulisan ini saya akan memaparkan hal-hal yang menjadikan karya-karya multimedia pembelajaran tersebut menarik. Tulisan ini dibuat hanya berdasarkan pengamatan saya ketika menyaksikan tayangan acara "Kick Andy" minggu lalu, karena saya belum pernah mencoba sendiri produk-produk multimedia pembelajaran yang ditampilkan saat acara.

Berdasarkan pengamatan saya, paling tidak ada empat hal mencolok yang tampak dimiliki oleh produk multimedia pembelajaran yang dibuat oleh para guru di acara Kick Andy tersebut, yaitu keunikan,  variasi media, kontektualitas, dan kemudahan penggunaan.

Keunikan

Keunikan tampak sekali dimiliki oleh produk multimedia "Gamelan Virtual" buatan Joko Triyono serta multimedia pembelajaran "Ayo Sinau Aksara Jawa" buatan Estu Pitarto. Multimedia pembelajaran yang mengenalkan kebudayaan lokal Jawa tersebut tentu saja masih sangat sedikit, karena di masyarakat sendiri alat musik gamelan dan aksara jawa sudah jarang ditemui.
Multimedia pembelajaran musik gamelan (Jawa) buatan Joko Triyono menggunakan reakaman suara alat musik gamelan yang akan berbunyi saat menekan tombol keyboard atau mouse.  Meski sudah banyak perangkat lunak komputer yang mensimulasikan alat musik, tetapi kebanyakan jenis alat musik pentatonik seperti piano atau keyboard. Di sinilah Gamelan Virtual menjadi unik.
Ayo Sinau Aksara Jawa buatan Estu Pitarto juga demikian. Selama ini mungkin perhatian kita terhadap aksara Jawa sudah semakin berkurang. Meski pelajaran menulis aksara Jawa masih diajarkan dalam pelajaran Bahasa dan Budaya Jawa, tetap tidak banyak guru yang mengajarkan aksara jawa dengan multimedia interaktif berbasis komputer.

Variasi Media

Multimedia pembelajaran yang dibuat oleh para guru di atas tampaknya sudah menggunakan format media yang bervariasi, lengkap dan tepat sesuai tujuan pembuatannya. Dengan menggunakan banyak bentuk media (teks, gambar, suara, video, animasi) maka multimedia pembelajaran tersebut dapat memenuhi kebutuhan gaya belajar siswa, yang juga bervariasi.
Animasi virtual Ilmu Fisika dibuat oleh Heru Suseno diantaranya berisi video ledakan bom. Dengan demikian viasualisasinya akan lebih tampak nyata. Pada multimedia "Mari Mengenal Indonesia" buatan Nura Uma Annisa juga terdapat video, diantaranya video pentas peragaan busana daerah. Pengisian suara (audio) yang dibuat dengan suara guru sendiri juga semakin melengkapi variasi media yang digunakan. Sedangkan pada multimedia Gamelan Virtual, tentu saja unsur audio menjadi sangat dominan.

Kontektualitas

Pada multimedia pembelajaran "Mari Mengenal Indonesia"  menyajikan pengenalan berbagai hal tentang Indonesia mulai dari bendera, lambang negara, hingga kebudayaannya dengan gambar-gambar dan video nyata. Ketika mengajarkan senyawa kimia dan reaksi fisika, ditampilkan visualisasi bagaimana dahsyatnya ledakan bom akibat reaksi berantai. Ketika menggunakan multimedia pembelajaran Gamelan Virtual, bisa jadi siswa merasa seakan-akan memainkan seperangkat alat musik gamelan dengan suaranya yang menggema dan khas. Belajar aksara jawa, tentu dengan mengenali aksara-aksara tersebut, menghafal bentuknya, lalu menggunakannya dengan menuliskan kata dan kalimat sehari-hari.
Pendekatan kontekstual seperti di atas merupakan hal yang sangat penting dan menjadi nilai lebih bagi sebuah produk multimedia pembelajaran karena memudahkan pemahaman siswa dalam belajar.

Kemudahan Penggunaan

Kemudahan penggunaan menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan multimedia pembelajaran. Namun demikian, kemudahan penggunaan ini sudah diperhitungkan oleh para guru yang tampil di acara ini. Dalam multimedia Mari Mengenal Indonesia, karena diperuntukkan untuk anak usia dini yang tentu saja belum lancar (bahkan belum bisa) membaca, maka menu-menu antarmukanya menggunakan gambar-gambar yang mudah dipahami.
Pada multimedia Ayo Sinau Aksara Jawa, disediakan fasilitas "drag and drop" untuk memandu siswa penggunanya memasangkan huruf latin dengan aksara Jawa. Hal seperti ini tentu akan terasa berbeda jika cara memasangkannya dengan menarik garis atau membuat kurva.

Tentunya masih banyak hal menarik lain yang dapat digali dari produk-produk multimedia buatan Pak Guru Joko, Estu, dan Heru serta Bu Guru Nura. Kita patut memberi apresiasi positif kepada mereka. Semoga karya mereka dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk menciptakan multimedia pembelajaran yang menarik dan bermutu. Bagaimana menurut Anda?





TULISAN TERKAIT :



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar